Politisi Golkar mengembalikan Rp 700 juta dalam dugaan uang suap untuk Riau ke KPK

Seorang politisi Partai Golkar telah mengembalikan Rp 700 juta (US $ 47.138) dalam dugaan uang suap terkait dengan PLTU (pembangkit listrik tenaga uap batubara Riau-1) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Politisi Golkar mengembalikan Rp 700 juta dalam dugaan uang suap untuk Riau ke KPK.

Politisi Golkar mengembalikan Rp 700 juta dalam dugaan uang suap untuk Riau ke KPK

“Ya, seorang politikus Golkar menyerahkan uang terkait dengan kasus korupsi PLTU Riau-1,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah pada hari Jumat, tanpa menyebutkan nama.

“Kami menghargai kerja sama ini,” katanya

Eni Saragih, salah satu tersangka dalam kasus korupsi PLTU Riau-1 dan mantan ketua DPR dari Golkar, mengatakan uang itu terkait dengan kongres nasional yang luar biasa (munaslub) pada bulan Desember 2017.

“Ini dari komite munaslub. Mereka akan mengembalikannya secara bertahap, ”katanya setelah pemeriksaan di gedung KPK pada hari Jumat

“Ini adalah bukti yang menunjukkan ada Rp 2 miliar digunakan untuk kongres partai,” tambahnya.

Sejauh ini, KPK telah menunjuk tiga tersangka dalam kasus korupsi PLTU Riau-1 yang terdiri dari dua politisi Golkar – Eni dan mantan menteri sosial Idrus Marham – dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Eni diduga menerima Rp 4,8 miliar uang suap dari Johannes untuk mempercepat penandatanganan kontrak proyek.

Eni, yang menjabat sebagai bendahara munaslub pada saat itu, telah berulang kali berbicara tentang menyalurkan uang suap untuk membiayai kongres partai. Dia mengatakan uang itu terkait dengan seorang ketua Golkar. Namun, dia menolak menyebutkan nama ketua.

Ketua Golkar Airlangga Hartarto sebelumnya menepis tudingan tentang uang suap untuk kongres partai. (sau)

Topik :

Golkar, KPK, Eni-Maulani-Saragih, Idrus-Marham, PLTU-Riau-1, graft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *