Peringatan tsunami di C. Sulawesi dicabut setelah gelombang surut: BMKG

Peringatan tsunami di C. Sulawesi dicabut setelah gelombang surut: BMKG – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati telah mengkonfirmasi bahwa gelombang tsunami telah melanda beberapa bagian Sulawesi Tengah setelah gempa berkekuatan 7,7 skala Richter menghantam provinsi itu pada Jumat sore.

Peringatan tsunami di C. Sulawesi dicabut setelah gelombang surut: BMKG

Badan itu mengatakan ombak menghantam setidaknya dua lokasi di provinsi itu, yaitu Mamuju dan ibu kota provinsi Palu.

“Menurut pengukur pasang kami di Mamuju, kenaikan permukaan laut 6 sentimeter tercatat di kota pada jam 5:27 malam. Waktu Jakarta. Sementara itu, saksi di lapangan melihat kenaikan 1,5 meter di permukaan laut di Palu, ”kata Dwikorita saat konferensi pers pada hari Jumat.

Dia mengklaim ketinggian gelombang menurun secara bertahap, mendorong badan tersebut untuk mengakhiri status peringatan tsunami pada pukul 5:36 malam.

Agensi itu mengkonfirmasi bahwa tsunami telah menghantam provinsi itu beberapa jam setelah video-video dari apa yang tampak seperti tsunami memukul Palu Grand Mall dan Masjid Baiturrahman telah beredar secara online.

Para kritikus telah mempertanyakan mengapa agensi memutuskan untuk mencabut peringatan ketika tsunami terjadi.

BMKG mengeluarkan peringatan tsunami untuk bagian barat dan tengah Sulawesi pada jam 17:07. Namun, peringatan itu dicabut sekitar 30 menit kemudian.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG awalnya memberikan alasan berbeda untuk mencabut peringatan tersebut.

“Keputusan itu didasarkan pada pemantauan visual dan pemantauan lebih lanjut menggunakan peralatan [pendeteksian tsunami pendeteksian] di laut selama 30 menit. BMKG tidak melihat perubahan signifikan di permukaan laut. Itu sebabnya mereka mengakhiri peringatan, ”kata juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam sebuah pernyataan.

Gempa 7,7 skala Richter menghantam Kabupaten Donggala, sekitar 73 kilometer dari Palu, pada jam 5:02 sore. Waktu Jakarta. Sutopo mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa episentrum gempa itu terletak sekitar 27 km timur laut Donggala pada kedalaman 10 km.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *