Pengerukan sungai Jakarta memilih sebagai restorasi yang stagnan

Pengerukan sungai Jakarta memilih sebagai restorasi yang stagnan – Pemerintah Jakarta telah memilih untuk mengeruk sungai di Jakarta untuk mencegah banjir karena musim hujan akan tiba dalam beberapa minggu.

Pengerukan sungai Jakarta memilih sebagai restorasi yang stagnan

Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan meskipun pemerintah pusat seharusnya mengeruk sungai dengan mendelegasikan Kantor Pengendalian Banjir Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), pemerintah kota memilih untuk mengeruk mereka untuk mencegah banjir selama musim hujan, yang biasanya dari Oktober hingga Februari.

“Kota ini memainkan peran dalam mencegah banjir dengan pengerukan sungai mengingat fakta bahwa ada 13 sungai yang melewati kota,” katanya seperti dikutip oleh kompas.com, menambahkan bahwa kota telah mengerahkan backhoe ke sungai di kota.

Beberapa sungai yang memiliki backhoe yang berfungsi untuk mengeruk mereka adalah Mookervart, Sekretaris dan Krukut, serta Sungai Ciliwung, khususnya segmen Kampung Melayu-Bukit Duri dan Kampung Baru.

Dia mengakui, bagaimanapun, bahwa kota memilih untuk mengeruk sungai karena tidak dapat memperoleh tanah di sekitar sungai, yang mengakibatkan ketidakmampuan BBWSCC untuk melanjutkan program restorasi sungai tahun ini.

BBWSCC juga tidak termasuk alokasi untuk restorasi sungai di anggaran negara 2019 karena pemerintah kota telah lambat dalam memperoleh lahan yang diperlukan untuk menormalkan aliran sungai, dia mengakui.

Teguh berpendapat bahwa penundaan itu disebabkan oleh inkonsistensi data kepemilikan tanah dari penduduk yang tinggal di dekat sungai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *