LSM meminta polisi menyelidiki kematian pengamat di Palembang

LSM meminta polisi menyelidiki kematian pengamat di Palembang – Korban tewas terakhir yang diduga oleh petugas polisi mendorong organisasi non-pemerintah, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Selatan untuk mengambil tindakan serius dalam sekitar 10 kematian baru-baru ini.

LSM meminta polisi menyelidiki kematian pengamat di Palembang

Kontras menanggapi kematian Ariansyah, 23, diduga oleh seorang petugas dari Pamulutan Polisi di Palembang. Polisi mengejar seorang tersangka pembunuhan pada 8 Oktober di kecamatan Tujuh Ulu. Dipimpin oleh Adj. Tuan Zaldi, salah satu anggota tim polisi diduga meluncurkan tembakan peringatan kepad-a tersangka. Namun, tembakan itu menghantam Ariansyah, seorang warga di daerah itu.

Kepala divisi perlindungan hak asasi manusia Kontras, Arif Nur Fikri, mengatakan mulai 3 Juli hingga 12 Juli, mereka mencatat setidaknya 10 warga sipil yang ditembak mati oleh polisi.

“Kami mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk menyelidiki kasus Tujuh Ulu secara objektif dan menyeluruh,” kata Arif, Kamis.

Arif menduga, petugas polisi itu tidak hati-hati ketika dia melepaskan tembakan peringatan.

“Kami meminta polisi untuk bertanggung jawab dan memastikan mereka memberi kompensasi keluarga korban,” tambahnya.

Sebelumnya, Inspektur Polisi Sumatera Selatan. Jenderal Zulkarnain Adinegara menegaskan bahwa seorang petugas polisi secara tidak sengaja menembak seorang warga sipil. Dia mengatakan dia menginstruksikan urusan internal untuk mempertanyakan petugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *