KPK mempertanyakan James Riady atas kasus Meikarta

KPK mempertanyakan James Riady atas kasus Meikarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan akan mempertanyakan CEO Lippo Group James Riady sebagai saksi dalam penyelidikan korupsi di sekitar proyek pengembangan mega Meikarta di Bekasi, Jawa Barat.

KPK mempertanyakan James Riady atas kasus Meikarta

“Saya baru saja menerima informasi dari tim [KPK] bahwa kami akan menanyakan beberapa saksi dari pemerintah [Jawa Barat], pemerintah [Bekasi] dan Lippo. [Kami juga akan] mempertanyakan James Riady sebagai saksi, ”kata juru bicara KPK Febri Diansyah pada hari Jumat sebagaimana dikutip oleh Antara.

Pernyataan itu muncul sehari setelah KPK menggeledah rumah James sebagai bagian dari penyelidikan untuk kasus tersebut pada hari Kamis.

Proyek Meikarta kota modern, yang beroperasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, adalah proyek unggulan oleh Lippo Group.

KPK telah menangkap dan menunjuk sebagai tersangka Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan direktur operasional Lippo Group Billy Sindoro, serta beberapa pejabat tinggi lainnya di pemerintahan, atas dugaan peran mereka dalam penyuapan terkait dengan penerbitan izin properti untuk proyek Meikarta.

Pihaknya juga menugaskan dua konsultan yang bekerja untuk Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, karyawan perusahaan Henry Jasmen, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Bekasi Jamaludin, kepala perencanaan tata ruang badan Neneng Rahmi, kepala dinas pemadam kebakaran Sahat MJB Nahar dan Penanaman Modal dan Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dewi Tisnawati.

Billy dituduh menjanjikan biaya komitmen kepada Neneng Hasanah senilai Rp 13 miliar (US $ 858.468).