Korban yang terperangkap diselamatkan setelah berhari-hari dalam puing-puing

Korban yang terperangkap diselamatkan setelah berhari-hari dalam puing-puing – Seorang wanita di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah diselamatkan setelah terperangkap selama lebih dari 48 jam di reruntuhan rumahnya, yang hancur ketika gempa berkekuatan 7,4 mengguncang provinsi itu Jumat lalu.

Korban yang terperangkap diselamatkan setelah berhari-hari dalam puing-puing

Wanita itu, yang diidentifikasi sebagai Nurul, ditarik keluar dari reruntuhan pada Minggu malam. “Sekitar jam 11:30 malam [pada hari Minggu], Basarnas berhasil mengevakuasi seorang korban yang diidentifikasi sebagai Nurul yang tetap hidup selama tiga hari di bawah sisa-sisa rumah di komplek perumahan Balaroa, ”kata Badan Penelusuran dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) dalam sebuah tweet pada hari Senin.

Kompleks perumahan Balaroa juga merupakan salah satu area yang dipengaruhi oleh fenomena alam yang disebut likuifaksi.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat konferensi pers pada hari Minggu di Jakarta bahwa pencairan tanah adalah fenomena alam yang terjadi ketika tanah padat kehilangan kekuatannya dan berperilaku seperti cairan, yang disebabkan oleh stres, seperti gemetar selama gempa bumi.

“Kami mengamati bahwa fenomena tersebut telah menyeret gedung-gedung di beberapa lokasi, seperti di distrik Sigi Biromaru di Kabupaten Sigi dan kabupaten Palu Selatan,” kata Sutopo.

Selain Nurul, orang-orang yang selamat telah diselamatkan di beberapa tempat di tempat lain, termasuk seorang yang disematkan di bawah sisa-sisa restoran.

Yang selamat, Alfrida, diselamatkan dari bawah reruntuhan apa yang dikenal sebagai Restoran Dunia Baru Palu di kota Palu, menurut tweet yang diposting oleh akun Twitter resmi divisi humas Basarnas.

“Setelah terperangkap selama tiga hari, Afrida berhasil diselamatkan dari Rumah Baru Palu Restaurant. Kami semua bekerja keras bersama demi saudara dan saudari kita. Mari terus berdoa, tetap optimis, ”kata agensi dalam tweet yang berisi video berdurasi satu menit yang menunjukkan petugas penyelamat berpakaian oranye membawa seorang wanita keluar dari reruntuhan dan ke brankar.

Sementara itu, korban lain, yang diidentifikasi sebagai Fitri, penduduk Lampung, berhasil tetap hidup selama berhari-hari di bawah puing-puing dari apa yang tersisa dari Hotel Roa Roa, juga di Palu, sejak gempa besar menghantam kota dan provinsi Donggala tetangga pada hari Jumat. .

“Satu korban selamat telah diselamatkan oleh Basarnas. Dia telah diidentifikasi sebagai Fitri berusia 25 tahun dari Lampung, ”kata perwakilan Basarnas yang berpusat di Palu Fatmawati dalam sebuah pesan teks pada hari Minggu, sebagaimana dikutip oleh kompas.com.

Dia mengatakan bahwa Fitri, yang menginap di hotel ketika bencana melanda, ditemukan oleh tim penyelamat di kamar hotel di bawah tempat tidur yang telah dihancurkan oleh struktur beton.

“[Fitri] ditemukan di sore hari, tetapi tidak sampai malam hari bahwa tim penyelamat berhasil mengeluarkannya karena dia terjebak,” kata Fatmawati.