Mengirim pemimpin sekte Kerajaan Ubur-ubur lembaga kejiwaan

Polisi Serang di Banten telah mengirim pemimpin sekte Kerajaan Ubur-ubur ke sebuah lembaga kejiwaan untuk menjalani pemeriksaan psikiatri kedua.

setelah pemeriksaan awal menunjukkan indikasi dia memiliki gangguan mental.

Kapolda Serang Adj. Komisaris Sr. Komarudin mengatakan pada hari Jumat bahwa 38 tahun Aisyah Tusalamah Baiduri Intan, pemimpin sekte yang menamai dirinya Ratu Kerajaan Ubur-ubur, akan meminta pendapat kedua dari Rumah Sakit Jiwa Grogol di Jakarta. Dia akan berada di rumah sakit selama dua minggu.

Polisi Serang telah menamai Aisyah tersangka menyebarkan pidato kebencian di media sosial dan telah menuntutnya berdasarkan Pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik 2018.

“Kami telah memeriksa tujuh video [diunggah oleh Aisyah ke YouTube] dan video-video tersebut memenuhi kriteria untuk dianggap menyebarkan pidato kebencian,” kata Komarudin, seperti dikutip oleh tempo.co.

Dalam satu video, Aisyah berbicara tentang rekening bank di Swiss.

Dia mengatakan bahwa sejak tahun 2015 tidak ada yang bisa membuka kunci untuk akun tersebut kecuali Sang Hyang Tunggal atau The One, yang ia nyatakan sebagai dirinya sendiri, sebagai reinkarnasi seorang ratu.

Siapa pun yang percaya dia dipersilakan untuk bergabung dengannya. Dia mengklaim bahwa dengan menunjukkan telapak tangannya, mata dan rambut dia bisa membuat bank di Swiss memberinya semua harta Indonesia.

Polisi Serang yang terdesak akan melakukan tindakan hukum terhadap Aisyah setelah menerima rekomendasi dan pendapat hukum dari bab lokal Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Serang, yang menyatakan bahwa Kerajaan Ubur-ubur adalah “bidaah”.

Namun, Komarudin mengatakan polisi belum menuduh tersangka di bawah artikel yang terkait dengan penodaan agama.

“Kami akan sangat berhati-hati dalam hal penodaan agama karena ini adalah masalah yang sangat sensitif,” tambahnya. (sau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *