Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran

Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan kantor urusan agama daerah untuk mendistribusikan panduan pembicara ke masjid.

Surat edaran, tertanggal 24 Agustus mengutip Instruksi No. 101, yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Islam pada tahun 1978, yang berisi panduan rinci tentang kapan dan bagaimana masjid harus menggunakan pengeras suara mereka.

Surat edaran ini muncul setelah pengakuan hujatan terhadap Meiliana, seorang warga Budha di Tanjung Balai, Sumatra Utara, yang banyak dikritik karena mengeluh tentang volume adzan (panggilan untuk berdoa).

“Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat tentang penggunaan pengeras suara di masjid dan mushola, demi kejelasan, kami meminta bantuan dan kerja sama Anda dalam menyebarkan [instruksi],” kata Dirjen Bimbingan Agama Islam Muhammadiyah Amin. dalam lingkaran.

Amin juga meminta kantor untuk mendistribusikan instruksi melalui platform media sosial seperti aplikasi perpesanan WhatsApp.

Ajakan instruksi 1978 pada masjid untuk lebih perhatian dalam menggunakan pengeras suara, referensi ayat-ayat Quran dan hadits, atau tradisi kenabian, di mana umat Islam diperintahkan untuk menahan diri dari mengganggu tetangga mereka.

Di antara hal-hal lain, instruksi tersebut menetapkan bahwa pengulangan Al-Qur’an yang diperkuat dapat disiarkan, paling cepat, 15 menit sebelum adzan, sementara khotbah tidak boleh disiarkan kecuali jika ada tamu yang meluap-luap di masjid itu sendiri. (ipa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *