Ibu rumah tangga Dumai bernama tersangka dalam tipuan penculikan anak

jrklik – Ibu rumah tangga Dumai bernama tersangka dalam tipuan penculikan anak Polisi Dumai telah menangkap Fetniarti, 31, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Bukit Kapur, Dumai, karena dicurigai menyebarkan berita palsu tentang penculikan anak di bawah umur.

Ibu rumah tangga Dumai bernama tersangka dalam tipuan penculikan anak

Kepala kepolisian Dumai Adj. Komisaris Sr. Restika P Nainggolan mengatakan Fetniarti ditangkap selama akhir pekan.

“Dia telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Restika pada hari Selasa.

Restika mengatakan, kasus itu dimulai dengan posting Facebook yang dibuat oleh Venthy Bunda Dhiwam pada 1 November 2018. Fetniarti diduga menjadi pemilik akun Facebook.

Pengguna akun menulis tentang penculikan anak, mengklaim bahwa tiga anak kecil di Bagan Besar telah diculik. Kemudian pada hari yang sama dia mengklaim bahwa seorang anak telah diculik di Dumai dan merupakan anak dari salah satu teman suaminya. Dia bersikeras di posnya bahwa itu bukan tipuan.

Pos itu menjadi viral dan menyebabkan keributan di masyarakat, mendorong Polisi Bukit Kapur untuk menyelidiki klaim, yang kemudian mereka nyatakan salah.

“Ternyata itu bohong. Polisi Dumai tidak pernah menerima laporan tentang anak yang hilang, ”kata Restika.

Polisi juga menyita ponsel yang diduga digunakan oleh tersangka untuk mengunggah pos dan menggunakan tangkapan layar pos sebagai bukti.

“Dia dicurigai melanggar Pasal 45A ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang membawa hukuman maksimal enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar (US $ 67.432).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *