Bupati Bekasi menyerahkan uang dugaan suap dalam kasus Meikarta

jrklik – Bupati Bekasi menyerahkan uang dugaan suap dalam kasus Meikarta Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin telah menyerahkan uang yang diduga diterima dari direktur Grup Lippo terkait dengan proyek pembangunan mega Meikarta yang gagal di kabupaten itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan.

Bupati Bekasi menyerahkan uang dugaan suap dalam kasus Meikarta

Badan antigraft mencurigai Neneng menerima Rp 7 miliar (US $ 480.373) dari direktur operasional Lippo Group, Billy Sindoro, untuk mempengaruhi penerbitan izin yang diperlukan untuk proyek tersebut. Billy diduga menjanjikan Rp 13 miliar sebagai “biaya komitmen” kepada bupati.

“[Bupati] telah menyerahkan sekitar Rp 3 miliar kepada KPK, bagian dari uang yang diduga tersangka tersangka dalam kasus suap,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. Ia menambahkan, bupati akan mengembalikan lebih banyak uang dengan cicilan nanti.

Selain bupati, seorang pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum Bekasi, Neneng Rahmi, juga seorang tersangka dalam kasus itu, juga menyerahkan uang sebesar S $ 90.000, yang ia peroleh beberapa menit sebelum pembuat graft melancarkan operasi pada 15 Oktober terkait dengan kasus.

KPK telah menangkap dan menyebutkan sembilan tersangka dalam kasus penyuapan, termasuk Yasin, Rahmi dan Billy, atas dugaan peran mereka dalam penyuapan terkait dengan penerbitan izin properti untuk proyek Meikarta.

Bupati Bekasi menyerahkan uang dugaan suap dalam kasus Meikarta

Para busters korupsi telah mempertanyakan lebih dari 40 saksi dalam kasus ini, termasuk CEO Lippo James Riady, yang membantah memainkan peran dalam kasus ini.

Proyek kota modern Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, adalah proyek utama Lippo Group.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *