BI melakukan intervensi karena rupiah mencapai Rp 14.900 terhadap dolar

BI melakukan intervensi karena rupiah mencapai Rp 14.900 terhadap dolarBank Indonesia (BI) melakukan intervensi di pasar pada Selasa pagi karena rupiah melemah sebesar 0,36 persen menjadi Rp 14.934 per dolar AS di pasar spot.

BI melakukan intervensi karena rupiah mencapai Rp 14.900 terhadap dolar

Deputi Direktur BI, Dody Budi Waluyo, mengatakan depresiasi rupiah kembali disebabkan oleh tekanan global, khususnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

“Risiko perang perdagangan antara AS dan China masih mempengaruhi negara-negara berkembang,” kata Dody di Jakarta pada Selasa seperti dikutip oleh kontan.co.id, menambahkan bahwa bank sentral akan tetap di pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah .

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tarif impor 10 persen baru untuk 6.000 produk dari Cina yang efektif mulai 24 September dan ini akan ditingkatkan menjadi 25 persen awal tahun depan. Sementara itu, Federal Reserve juga akan mengumumkan kebijakan moneternya bulan ini.

Dody menyatakan harapan bahwa tekanan eksternal tidak akan berdampak serius terhadap nilai tukar rupiah. Dia mengatakan BI akan membahas masalah ini dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan, minggu depan.

Sementara itu, perusahaan sekuritas analis Monex Investindo Futures Faisyal berbagi pendapat Dody, mengatakan bahwa karena perang dagang, dolar AS diyakini menjadi tempat yang aman bagi investor. Mata uang lainnya di kawasan ini juga melemah terhadap dolar AS pada hari Selasa.

Faisyal menambahkan bahwa defisit perdagangan Agustus US $ 1,02 miliar diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin juga merupakan sumber sentimen negatif terhadap rupiah. “Defisit perdagangan tidak baik untuk rupiah di tengah ketegangan perang perdagangan,” tambahnya. (bbn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *