Bank Indonesia mengatakan rupiah jauh dari nilai fundamental

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan rupiah, yang dikutip pada Rp14.954 per dolar AS pada hari Selasa, jauh dari nilai fundamentalnya.Bank Indonesia mengatakan rupiah jauh dari nilai fundamental.

Bank Indonesia mengatakan rupiah jauh dari nilai fundamental

Seorang karyawan di pusat pertukaran mata uang di Jakarta menghitung uang kertas rupiah pada tanggal 14 Maret. (Antara / Sigid Kurniawan)

“Memang benar nilai tukar rupiah bergantung pada sentimen pasar. Berdasarkan perhitungan fundamentalnya, mata uangnya tidak melemah, ”kata Perry di Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta

Dia mengatakan, depresiasi rupiah dipengaruhi oleh sentimen negatif, baik dari faktor domestik dan eksternal.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah disebabkan oleh pembelian rupiah oleh perusahaan dan importir untuk membayar utang dan membiayai impor, sementara, secara eksternal, rupiah dipengaruhi oleh spekulasi kenaikan Fed Fund Rate dan krisis mata uang di Argentina dan Turki. , Kata Perry.

Karena itu, dia meminta perusahaan-perusahaan di negara itu untuk tidak menimbun dolar karena itu akan berdampak negatif terhadap pasar.

“Kami meminta para importir dan perusahaan untuk tidak menimbun dolar. Kami sudah menyiapkan swap. Pada hari Jumat, target swap mencapai US $ 400 juta, tetapi realisasinya mencapai $ 850 juta. Kami juga berkomitmen untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan mengintensifkan intervensi kami, ”kata Perry.

Bank sentral telah menghabiskan Rp 7,1 triliun sejak Jumat lalu untuk membeli surat utang pemerintah yang dijual oleh asing, kata Perry, menambahkan bahwa langkah BI untuk meningkatkan tingkat repo tujuh hari menjadi 5,5 persen juga untuk membantu membuat surat utang lebih menarik.

Sejak Januari, rupiah terdepresiasi lebih dari 7 persen. (bbn)