Anak yatim piatu yang HIV-positif di Sumatra Utara harus diizinkan pergi ke sekolah: KPAI

Anak yatim piatu yang HIV-positif di Sumatra Utara harus diizinkan pergi ke sekolah: KPAI – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah pada hari Kamis untuk melindungi tiga anak yatim piatu positif HIV yang saat ini menghadapi ancaman diusir dari rumah mereka di Samosir, Sumatra Utara.

Anak yatim piatu yang HIV-positif di Sumatra Utara harus diizinkan pergi ke sekolah: KPAI

Anak-anak yatim piatu, yang semuanya berusia di bawah 12 tahun, telah diberikan ultimatum untuk meninggalkan kabupaten dalam tujuh hari karena penduduk lokal takut bahwa mereka mungkin terinfeksi. Anak-anak juga dilarang pergi ke sekolah.

Disarankan mengikuti pertemuan di antara manajemen sekolah, masyarakat lokal dan pemerintah kabupaten bahwa anak-anak di rumah-sekolah.

Dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh The Jakarta Post pada hari Kamis, komisaris KPAI, Retno Listyarti mengecam rekomendasi itu, dengan mengatakan itu berpotensi melanggar hak anak-anak atas pendidikan.

“Homeschooling membutuhkan partisipasi aktif dari orang tua, dan orang tua anak-anak ini tidak lagi bersama mereka lagi,” kata Retno dalam pernyataannya.

Dia juga mendesak pemerintah untuk melindungi serta memenuhi hak-hak dasar anak-anak sebagaimana diatur dalam UU No. 35/2014 tentang perlindungan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *